Rabu, 08 April 2015

,

Menteri BUMN Rini Menangis di Hadapan Petani Jember

SURYAMALANG.COM, JEMBER - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Mariani Soemarno menahan tangis saat berpidato di depan ribuan petani dan jajaran direksi PT Perkebunan Nusantara di Padepokan Arum Sabil Desa Tanggul Kulon. Kecamatan Tanggul, Kabupaten Jember, Selasa (7/4/2015).
Situasi hening mengiringi tangis menteri perempuan itu di Jember. Kondisi ini membuat suasana terharu beberapa saat. Ribuan petani hanya menatap diam.
Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Arum Sabil akhirnya membawakan air putih kepada Rini. Rini sempat berhenti berpidato sambil menahan isak.
"Maaf saya terharu, saya juga sedih mendengar cerita teman-teman petani tebu," ujar Rini.
Rini menangis juga karena teringat perjuangan petani tebu tahun 2001 saat dirinya menjabat sebagai Menteri Perindustrian dan Perdagangan. Ketika itu dirinya didemo oleh ribuan petani tebu.
"Terus waktu itu kantor saya ditumpuki tebu, kalau gula sih enak bisa saya ambil buat minum teh," ujar Rini yang kini mulai bisa menguasai keadaan.
Mengingat keluhan dan perjuangan petani tebu kala itu, Rini terenyuh. Kini ia pun kembali sedih karena nasib petani tebu hampir mirip di tahun itu kalau tidak segera ada solusi dari pemerintah.
"Saya sudah bilang kepada dirut-dirut PTPN agar bahu membahu, kerjasama erat untuk menyejahterakan petani tebu, karyawan, juga menyehatkan PG," tegas Rini.
Jika petani dan PG bersatu padu, dirinya menantang Indonesia bisa swasembada gula tahun 2019.
Saat berpidato itu, Rini juga mengaku kaget melihat foto dirinya ada di spanduk panggung acara itu.
"Tapi petani tebu sekarang ganteng-genteng. Tidak seperti tahun 2001 lalu yang kayak preman," imbuhnya disambut tawa.

Sumber: suryamalang.com
Publisher: Resyi Azhari - 17.06
, ,

Terpecahkan, Teka-teki Penyebaran HIV dalam Tubuh!

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa Human Immunodeficiency Virus (HIV) menyerang CD4 sel T manusia, menurunkan kekebalan tubuh, memicu Acute Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Namun demikian, pola penyebaran virus itu masih teka-teki.
Berusaha memecahkan teka-teki itu, pakar HIV sekaligus keamanan jaringan University College London, Changwang Zhang, mengembangkan simulasi. Modelnya terinspirasi dari virus Conficker menginfeksi jaringan militer dan polisi Eropa pertama kali tahun 2008.
Hasil simulasi menunjukkan bahwa penyebaran HIV di dalam tubuh mirip dengan pola penyebaran Conficker. "Keduanya memakai mekanisme hibrida, bertahan dalam waktu lama, dan sulit dihilangkan," kata Zhang.
Untuk masuk ke sebuah jaringan, Conficker memilki dua jalur, yaitu antar komputer secara langsung dan lewat internet. HIV juga punya dua jalur, yaitu lewat darah dan langsung antar-sel.
"Model yang kami kembangkan menjelaskan ciri-ciri penting untuk memprediksi proses infeksi," kata Zhang seperti dikutip Daily Mail, Selasa (7/4/2015). Zhang menambahkan, model itu akan membantu memerangi dua virus komputer dan biologis itu.
Untuk mengonformasi pemodelan, Zhang meneliti 17 pasien HIV positif di London. Hasilnya, model penyebaran secara hibrida paling pas untuk menjelaskan kondisi pada pasien tersebut.
Terkait HIV, karena diketahui menyebar secara hibrida, maka penyebaran antar-sel secara langsung tak bisa diremehkan. Malah, pola penyebaran itulah yang kemungkinan berperan lebih besar mempercept perkembangan HIV ke AIDS.
Benny Chain, ilmuwan University College London yang turut serta meneliti mengatakan, "Jumlah HIV dalam aliran darah selalu lebih rendah dan model kami menunjukkan bahwa HIV dalam darah saja tak akan mampu menyebabkan AIDS."
"Kemungkinan besar HIV bersembunyi di tempat yang punya populasi sel T tinggi, seperti saluran pencernaan, dan kemudian menggunakan mekanisme antar-sel untuk menyebar secara efisien," imbuhnya.
Adanya HIV yang bersembunyi dalam tempat kaya sel T itu menunjukkan perlunya penggunaan ARV segera. Sebab, bagaimana bila begitu terinfeksi HIV langsung bersembunyi di tempat tersebut?
"Model kami memberi petunjuk bahwa memblokir penyebaran antar-sel akan mencegah perkembangan HIV menjadi AIDS, menggarisbawahi perlunya cara perawatan baru," jelas Chain. Ke depan, Chan dan Zhang berencana mempelajari langsung penyebaran virus serupa HIV pada hewan.

Sumber: tribunlampung.com
Publisher: Resyi Azhari - 17.01
,

Ayah Bejad Ini Sebut Perasaannya Hancur

MAU tahu bagaimana kisah bejad ini? Berikut pengakuan Tersangka Her (45), si ayah kandung yang berhasil diwawancaraiBangka Pos Group, Selasa (7/4).
"Ya, saya tahu kenapa saya ditangkap. Saya ditangkap kemarin, saat saya sedang di rumah uwak (paman) di Paritpadang Sungailiat. Saya tahu kesalahan saya," kata Her ketika ditemuiBangkapos.com di Ruang Garuda RSUD Sungailiat.
Dalam kondisi kaki terborgol dan dikawal tiga polisi di RSUD, ayah kandung ini menyebut sudah tak terhitung lagi berapa kali dia menggagahi anak gadis si darah dagingnya itu. "Sudah nggak inget lagi, sudah puluhan kali lah mungkin selama tiga tahun terakhir," katanya.
Namun demikian Her masih ingat dimana pertama kali dia merenggut keperawanan gadis si anak sulungnya. "Pertama saya melakukannya di Lampung (puluhan kali saat masih tinggal di Lampung -red). Kalau di Bangka sudah 10 kali (dalam 9 bulan terakhir)," katanya..
Perbuatan itu menurut Her ia lakukan saat istrinya sedang lengah. Bahkan, Her mengaku berani berbuat mesum, walau sang istri, RD (35), ada di rumah.
"Saya melakukannya di rumah. Ya istri saya juga ada di rumah, tapi dia nggak tahu, waktu istri sedang nyuci (pakaian)," kata ayah beranak tujuh ini blak-blakan.
Pernahkah perlakuan serupa ia lakukan kepada anak-anaknya yang lain? Her membantah. Bahkan kepada orang lain selain anak dan istri, Her mengaku tak pernah. "Sama anak-anak yang lain nggak ada, sama orang lain juga nggak lah," katanya.
Lalu kenapa Her tega berbuat tak terpuji pada anak kandung sendiri? "Ya karena kan saya mau nggak mau, bahasanya takut kehilangan anak. Saya tidak mau anak saya mondar-mandir," elak Her.
Di sisi lain, Her menyebut, ia hanyalah seorang buruh harian yang hidup dalam kondisi ekonomi pas-pasanp.

Sejak sembilan bulan lalu, ia dan keluarga merantau ke Pulau Bangka, lalu tinggal di Jelitik Sungailiat. Dalam kondisi seperti itu, Her mangaku tak mampu menyekolahkan anaknya. "Dia (korban -red) sudah berhenti sekolah, cuma tamat SD. Dia itu anak kandung saya yang paling tua (RO)," katanya.

Lalu gimana perasaan Her setelah aibnya terbongkar dan dia ditangkap polisi? "Perasaan saya hancur. Istri saya juga dak mau bezuk saya selama di rumah sakit dan penjara," katanya.
Saat ditanya, apakah perbuatan itu ia lakukan karena ada alasan lain? Her memastikan tidak. "Istri saya masih memberikan pelayan sex ke saya. Saya juga nggak ada kelainan sex. Ya alasannya supaya dia (korban) di rumah aja, ngurusi orang tua," katanya.

sumber:bangkapos.com
Publisher: Resyi Azhari - 16.54
 

 

Our Leading Clients

Awesome people who trust us